Oleh : Maradu

Sejak tahun 1990, Yayasan Dian Tama (YDT) melakukan pengembangan dan penyebaran teknologi arang terpadu melalui kerja sama dengan International Charcoal Cooperative Association (ICCA) Jepang, mengenai teknik-teknik yang digunakan untuk menghasilkan arang yang bermutu tinggi dan bermacam-macam cara penerapannya, baik untuk pertanian maupun energi.

Pusat Pengembangan Teknologi Arang Terpadu (PPTAT) didirikan di Desa Toho Ilir mempunyai tujuan khusus untuk mengadakan uji coba secara praktek penggunaan arang, lalu hasilnya disebarluaskan ke masyarakat. Masyarakat perdesaan binaan YDT lebih banyak memfungsikan arang di sektor pertanian dan peternakan, daripada untuk bahan bakar tungku.

Hasil uji coba tersebut menunjukkan bahwa arang dari limbah kayu tidak memuaskan. Karena cepat menjadi abu, panasnya kurang tinggi, bersaing dengan bahan bakar kayu bakau dan arang bakau. Ternyata yang diterima pemakai adalah arang dari tempurung kelapa yang dulunya berupa limbah, setelah dikombinasikan dengan teknologi briket yang pada waktu itu masih jarang digunakan. Hasil briket tempurung kelapa memuaskan pemakai karena bersih,
mempunyai daya bakar yang lebih panas dan tahan lama. Dalam tangga energi, arang menduduki peringkat
yang lebih baik dari kayu (urutan energi dari yang terbawah sampai tertinggi: kotoran ternak, sisa produk
pertanian, kayu, arang, minyak, gas, listrik).

Pontianak, di Kalimantan Barat, merupakan daerah penghasil kopra. Di wilayah perdesaannya,
banyak terdapat pusat-pusat penghasil kopra yang disebut langkau. Di langkau-langkau inilah tempurung tempurung kelapa menjadi sampah yang menggunung, tidak digunakan dan menjadi masalah karena memakan
tempat yang cukup luas.

Di sini, dimulailah kegiatan memproduksi dan mempopulerkan penggunaan arang tempurung kelapa sebagai bahan bakar. Selain untuk memanfaatkan limbah tempurung kelapa yang sangat banyak, kesempatan ini juga digunakan untuk mengajak masyarakat agar tidak lagi menggunakan bahan bakar dari kayu bakau yang dapat merusak lingkungan. Selain itu, kerajinan arang juga berpotensi menambah pendapatan masyarakat.

Download artikel lengkap disini